Pilih jenis usaha dan isi nilai bruto, lalu klik Hitung.
PPh Pasal 15 menggunakan norma penghitungan khusus (deemed profit) untuk jenis-jenis usaha tertentu yang sulit menentukan laba bersih secara akurat, seperti perusahaan pelayaran, penerbangan internasional, dan perwakilan dagang asing.
PPh 15 menggunakan norma penghitungan yang sudah menggabungkan norma laba dengan tarif PPh, sehingga langsung diterapkan ke peredaran bruto. Ini menyederhanakan penghitungan untuk bisnis dengan struktur internasional yang kompleks.
| Jenis Usaha | Norma Laba | Tarif | Efektif |
|---|---|---|---|
| Pelayaran Dalam Negeri | 4% | 30% | 1,2% |
| Pelayaran Luar Negeri | 6% | 2,64% | Final |
| Penerbangan Dalam Negeri | 6% | 30% | 1,8% |
| Penerbangan Luar Negeri | 6% | 2,64% | Final |
| Perwakilan Dagang Asing | 1% | 0,44% | Final |
PPh Pasal 15 adalah pajak penghasilan yang menggunakan norma penghitungan khusus untuk Wajib Pajak tertentu yang bergerak di bidang pelayaran, penerbangan internasional, dan perwakilan dagang asing. Tarif norma sudah memperhitungkan norma laba dan tarif PPh secara bersamaan.
| Jenis Usaha | Tarif | Dasar Pengenaan | Sifat |
|---|---|---|---|
| Pelayaran Dalam Negeri | 1,2% | Peredaran bruto | Kredit Pajak |
| Pelayaran Luar Negeri | 2,64% | Peredaran bruto | Final |
| Penerbangan Dalam Negeri | 1,8% | Peredaran bruto | Kredit Pajak |
| Penerbangan Luar Negeri | 2,64% | Peredaran bruto | Final |
| Perwakilan Dagang Asing | 0,44% | Nilai ekspor bruto | Final |
Tarif norma dihitung berdasarkan: Norma Laba ร Tarif PPh. Misalnya pelayaran LN: 40% (norma laba) ร 30% (tarif PPh lama) ร 0,22 (penyesuaian) = 2,64%.
PPh 15 untuk perusahaan dalam negeri bersifat kredit pajak โ diperhitungkan saat SPT Tahunan sebagai pengurang PPh terutang.
PPh 15 untuk perusahaan luar negeri bersifat final โ tidak diperhitungkan ulang. Pemberi penghasilan memotong dan menyetorkan.